Di Gunung Tangkuban Perahu

Sampurasun......

Perjalanan ritual kali ini adalah ke tangkuban perahu. Masih terngiang di telinga lagu Bad Religion dari album Recipe For Hate "i'm a man with a mission....". Kita sudah beberapa kali melaksanakan ritual di gunung tangkuban perahu. Biasanya kebanyakan mengambil tempat di dalam goa yang ada di posisi atas kawah utama. Diluar goa tersebut ada tempat penampungan air dari atas gunung. Biasanya kita bisa membersihkan diri dulu disana sebelum bermeditasi di dalam goa. Tidak lupa kita mengajak abah kuncen turut serta karena kuncenlah yang lebih tahu selukbeluk mengenai keadaan dan kondisi disana. Seperti biasa tak lupa sajen kombinasi pun kami bawa serta ( sajen Bali dan sajen Sunda/Rujakan Komplit ) beserta perlengkapan sembahyang komplit ( dupa ,bunga,korek api,sampai alas duduk pun siap ) .



Si Abah Kuncen pernah cerita mengenai kejadian lucu di tahun 2005. Ketika itu BMG meramalkan gunung tangkuban perahu ada tanda2 aktifkemungkinan bs meletus lagi.Kebetulan posisi pos pengukuranaktifitas gunung berada di bawah di dekat pintu masuk bukan diatas gunung ( dulu ada seismograph peninggalan belanda di dekat goa, tp karena tempatnya jauh diatas maka dipindahkan ke bawah ). Ternyata menurut kuncen bukan gunungnya yang aktif tapi seismograph mencatat saat itu ada truck2 besar lewat disana sehingga jalan pun bergetar,nah itu yang dikira gunung akan meletus lagi.
Untuk mengambil air suci dari sumbernya kita harus menempuh perjalanan menanjakl agi di atas gua tersebut dengan mengambil jalur samping gua dekat tebing2 terjal. Kebetulan saat itu pas malam jadi kita menggunakan penerangan seadanya ( red head alias lampu senter diiket di kepala,hehe... ). Jerigen pun kita bawa naik,kr2 15 menit perjalanan kita sampai di sumber mata air. Setelah mohon ijin dan sembahyang dulu untuk mengambil air disana kita mulai menaiki tebing yang ada disitu dimana air mengalir sampai menemukan tempat yang bagus bwt mengambil air dengan jerigen. Tebingnya licin dan berlumut apalagi habis kena hujan. Pengambilan air selesai kita kembali turun menuju gua dengan membawa jerigen2 yang sudah full terisi air suci. Kita masuk gua dan disana emang ada tempat khusus bwt sembahyang,meditasi persis di pertengahan gua.



Oh ya pak mangku sempat cerita pas nagmbil air di atas secara tidak sengaja bertemu dengan seoarang tua dengan pakaian serba putih berjanggut putih dengan kulit bersih lagi bertapa. Menurut beliau itu mungkin Abah Jamrong ( Ki Agus ) ( mempunyai pengawal macan putih,memiliki ajai rawa rontek dan yang ngaruwat Bandung ). Kebetulan sih hari itu adalah Malam jumat Kliwon ( KAJENG KLIWON menurut kalender Bali ),hari yang sakral untuk mengadakan ritual.



Kembali lagi ke gua, di dalam gua kita persiapkan perlengkapan sembahyang ( sajen Bali dan Sunda ). Abah kuncen memimpin secara Sunda dan pak Mangku memimpin secara Hindu. Bau dupa harum dan menyan menyertai malam gelap itu. Kita duduk dengan posisi bersila dan hening..ning...ning. Pas waktu menunjukkan pkl.12.00 wib malam kita mulai ritual, dipertengahan ritual mulai muncul kejadian2 unik seperti suara ada lemparan batu dari atas,api yang tiba2 bs membesar sendiri,damm.... seru banget malam itu. Pas pkl.00.05 wib ritual pun usai, kami duduk sambil ngobrol membahas kejadian tadi. Emang tiap2 orang merasakan pengalaman yang berbeda-beda,k arena tingkat pengetahuan seseorang berbeda ( menurut karmanya ).Tapi dengan seringnya kita mobile ke tempat2 sakral digunung-gunung, akan memberi dampak positif pada diri kita. Bukan bwt sok2an biar sakti tapi untuk memohon keselamatan kita maupun nusantara dan mengunjungi leluhur2 kita lebih mudah di tmpt2 sakral ( di gunung, pinggir danau,sungai,laut ) Selain itu sebagai refrehing juga dari rutinitas yang kadang membosankan. Sampai ketemu di perjalanan berikutnya.....CAG
Post a Comment

Popular Posts